PRESS RELEASE Macao Meeting (3 Juli 1975)

Berikut adalah siaran pers Pertemuan di Makau (Macau Meeting), yang diketik dalam tiga bahasa: Portugis, Inggris, dan Bahasa Indonesia. Berikut ini adalah versi dalam Bahasa Indonesia.

Press release ini ditandatangani oleh Wakil Ketua Presidium Apodeti, Hermenegildo Martins, yang bersama Sekretaris Jenderal Apodeti, José Fernando Osório Soares, serta Domingos Pinto dan Casimiro Assunção Araújo, gugur dalam perang saudara setelah dibunuh oleh FRETILIN.

Pada bulan April 1975, pertemuan penting diadakan di Makau antara dua partai politik utama di Timor Portugis saat itu, yaitu União Democrática Timorense (UDT) dan Associação Popular Democrática Timorense (Apodeti). Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi politik atas situasi yang semakin tegang di Timor Portugis pasca mundurnya Portugal dari wilayah tersebut.

Namun, pertemuan ini tidak dihadiri oleh FRETILIN, yang memutuskan untuk memboikot diskusi tersebut. Sikap FRETILIN ini menunjukkan penolakan mereka terhadap segala bentuk kompromi dengan UDT dan Apodeti. FRETILIN saat itu lebih memilih jalur perjuangan sepihak untuk merebut kekuasaan.

Sementara itu, UDT dan Apodeti dalam pertemuan tersebut mencoba mencari jalan tengah untuk masa depan Timor Portugis. Apodeti, yang mendukung integrasi dengan Indonesia, berusaha meyakinkan UDT bahwa kerja sama dengan Indonesia adalah opsi terbaik untuk menghindari perang saudara dan kehancuran. Namun, UDT masih terpecah dalam sikapnya, meskipun kemudian banyak anggotanya akhirnya bergabung dengan Apodeti dan meminta bantuan Indonesia setelah tindakan represif FRETILIN pada Agustus 1975.

Boikot FRETILIN terhadap pertemuan Makau mencerminkan strategi mereka yang tidak menghendaki dialog dengan kelompok lain yang memiliki pandangan berbeda. Akibatnya, konflik politik di Timor Portugis semakin memanas, yang berujung pada perang saudara.




Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama