Lopez da Cruz adalah Diplomat Indonesia Pertama asal Timor Timur

Tulisan ini adalah dialog di wall FB Timtim Files. Admin mengirimkan sebuauh video di-status-nya tentang Diplomat asal Timtim, yang menarik ialah, barangkalai karena berstatus "yang pertama".


Seperti biasa, ada saja warga Timor Leste yang memberikan respon. Mari kita lihat dibawah ini.


Kebiasaan admin sebelum membuat video di-channel-nya pada platform Youtube adalah membuat kajian berdasarkan literatur terkait. Oleh karenanya, maka dibuatlah tanggap terkait respon warga TL seperti diatas. Mari disimak...

Adalah benar bahwa Lopez da Cruz adalah Diplomat Indonesia Pertama asal Timor Timur.

Urain berikut adalah respon dari komentar kolega diskusi dari warga Timor Leste @TimorMaubere

Begini,

Perang tanggal 7 Desember 1975 membawa konsekuensi internasional. Ada 3 tokoh yang mewakili rakyat Timor ke PBB. Mereka (bukan 1 orang) adalah MV. Carrascalao mewakili UDT, GM. Goncalves mewakili Apodeti, dan Jose Martins mewakili Partai KOTA. Mereka semua ini menceritakan kenyataan obyektif dilapangan. Ketiga perwakilan rakyat Timtim itu mengikuti sidang-sidang DK PBB sejak pertengahan Desember 1975.

Bahkan, bukan hanya dari pihak orang Timor, ternyata juga ikut Rex dan Jane Sydell (pengusaha perkebunan Kopi di Timtim) yang berasal dari Australia. Mereka semuanya berbicara kepada dunia untuk memberikan keterangan dilapangan, khusus ketiga perwakilan rakyat Timtim tersebut adalah menjelaskan tentang keinginan/tekad untuk berintegrasi.


Di tahun itu, di pihak Indonesia, diwakili oleh K. Anwar Sani sebagai perwakilan resmi (Diplomat) utusan tetap di PBB. Setelah tahun 1976 ketika secara resmi MPR menerima petisi integrasi dari ke-4 partai sebagai wakil rakyat Timtim, maka soal Timtim di PBB secara resmi diwakili oleh pemerintah Indonesia.

Sementara itu, dari ketiga tokoh perwakilan rakyat Timtim, kemudian tersisa hanya MV. Carrascalao karena Jose Martins keluar dari barisan integrasi dan GM. Goncalves kemudian menjabat sebagai Gubernur ditahun 1978-1982. Carrascalao-pun kemudian berhenti bicara di PBB karena ditugaskan sebagai Gubernur Timtim mulai 1982. Di tahun yang sama, perwakilan resmi utusan tetap di PBB dari pihak Indonesia adalah Ali Alatas. Beliau bertugas di PBB hingga tahun 1988.

Selanjutnya, perwakilan Indonesia di PBB terus bergulir, namun karena Ali Alatas memiliki nilai positif di PBB (internasional) maka pemerintah mengangkat Ali Alatas menjadi Duta Besar RI dari 1998 hingga Oktober 1999 saat permasalahan Timtim dalam kaca mata internasional sudah selesai.

Setelah perang dingin usai, dialog antara pihak Indonesia, Fretilin (kemudian diwakili oleh CNRM lalu CNRT), dan Portugal berlangsung mulai intens (berkala dan terjadwal). Pihak Indonesia membutuhkan orang yang loyalitas dan integritasnya bukan kaleng-kaleng yang berstatus asli orang Timtim. Lalu di tahun 1993, Presiden Suharto menandatangani surat yang isinya menunjuk Lopez da Cruz sebagai perwakilan resmi (Diplomat) Indonesia, dengan istilah Duta Besar Keliling Khusus Masalah Timor Timur. Sejak jaman Suharto bertugas dipemerintahan hingga jaman Jokowi, beliau mengabdikan dirinya untuk Indonesia. Beliau-lah diplomat Indonesia pertama yang berasal dari orang Timtim.

Demikian


Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama